Market order vs. limit order di kripto: apa bedanya?
Saat memasang order pertamamu, biasanya kamu langsung harus memilih: market atau limit? Banyak pemula memilih opsi yang sudah tercentang. Itu berhasil, tapi ada baiknya tahu apa yang sedang kamu pilih. Semuanya bermuara pada satu pertanyaan: kamu ingin kepastian order-mu tereksekusi atau kepastian soal harga?
Di artikel ini kamu akan melihat cara kerja order book, apa yang dilakukan market order dan limit order, apa hubungannya dengan slippage dan biaya, dan kapan masing-masing masuk akal.
Pertama: apa itu order book?
Setiap pasangan, seperti BTC/USD, punya order book: daftar semua orang yang ingin membeli atau menjual di harga tertentu.
- Penawaran jual (ask): "Aku jual 0,3 BTC di US$60.020."
- Penawaran beli (bid): "Aku beli 0,4 BTC di US$59.980."
Penawaran jual terendah dan penawaran beli tertinggi adalah yang paling berdekatan. Jarak di antara keduanya disebut spread. Dalam contoh ini, spread-nya US$40. Di pasar yang ramai, spread biasanya kecil. Di pasar yang sepi atau pada koin kecil, spread bisa jauh lebih besar.
Contoh yang disederhanakan:
- Jual: 1,2 BTC di US$60.100
- Jual: 0,5 BTC di US$60.050
- Jual: 0,3 BTC di US$60.020
- spread: US$40
- Beli: 0,4 BTC di US$59.980
- Beli: 0,8 BTC di US$59.950
- Beli: 1,0 BTC di US$59.900
Apa itu market order?
Market order berkata: "beli (atau jual) sekarang juga, di harga terbaik yang tersedia." Order ini langsung dicocokkan dengan order yang sudah ada di book.
Bayangkan kamu memasang market order untuk membeli 0,5 BTC di book di atas. Pertama kamu mendapat 0,3 BTC di US$60.020, lalu 0,2 BTC di US$60.050. Harga rata-ratamu sedikit di atas harga terbaik yang kamu lihat. Selisih itu disebut slippage.
Kelebihan: cepat, dan hampir selalu tereksekusi. Kekurangan: kamu tidak tahu harga pastinya sebelumnya. Pada order besar, pasar sepi, atau gerakan tajam, slippage bisa terasa.
Apa itu limit order?
Limit order berkata: "beli (atau jual) hanya di harga ini atau lebih baik." Kalau kamu memasang limit beli di US$59.950, order-mu hanya tereksekusi di US$59.950 atau lebih rendah. Sementara itu, order-mu menunggu di book.
Kelebihan: kamu yang menentukan harga. Tidak ada kejutan slippage. Kekurangan: order-mu mungkin tidak pernah tereksekusi. Kalau harga menjauh dari limit-mu, kamu melewatkan transaksinya. Order juga bisa tereksekusi hanya sebagian.
Biaya maker dan taker
Banyak platform memakai dua jenis biaya:
- Taker mengambil likuiditas dari book. Market order hampir selalu merupakan order taker.
- Maker menambah likuiditas dengan memasang order yang menunggu di book. Limit order yang tidak langsung tereksekusi biasanya merupakan order maker.
Di banyak platform biaya maker lebih rendah daripada biaya taker, tapi ini berbeda-beda antar platform. Selalu cek halaman biaya sebelum bertransaksi dan masukkan biaya ke dalam perhitunganmu. Pada transaksi kecil yang sering, biaya cepat menumpuk.
Kapan memakai order yang mana?
Tidak ada jenis yang selalu lebih baik. Tergantung situasinya.
- Kamu ingin masuk atau keluar dengan cepat dan pasar sedang ramai: market order itu sederhana, dan di pasar yang aktif slippage biasanya kecil.
- Kamu punya harga tertentu dan tidak terburu-buru: limit order memberimu kendali atas harga.
- Pasar sedang sepi atau koinnya kecil: hati-hati dengan market order. Spread yang lebar dan sedikitnya order di book bisa memperburuk harga rata-ratamu secara signifikan.
- Kamu ingin membatasi kerugian: stop-loss adalah order khusus yang berubah menjadi market order atau limit order saat harga tertentu tersentuh. Baca lebih lanjut di apa itu stop-loss.
Kesalahan umum
- Memakai market order di pasar yang tidak likuid. Kamu melihat satu harga, tapi membayar harga yang lebih buruk.
- Memasang limit yang jauh lalu melupakannya. Berminggu-minggu kemudian order itu tereksekusi di saat kamu sudah tidak ingin bertransaksi.
- Mengabaikan biaya. Transaksi yang terlihat bagus di grafik bisa terlihat lain setelah dipotong biaya.
- Mengejar harga dengan limit order. Kamu menaikkan limit "sedikit saja" setiap kali dan akhirnya membayar lebih dari rencana. Tentukan hargamu sebelum mulai.
Latih kedua jenis order di Nova
Di Nova, setiap akun dimulai dalam mode paper: kamu berlatih dengan uang virtual dan harga nyata. Ini tempat yang baik untuk mencoba kedua jenis order dan melihat cara kerja eksekusi, spread, dan biaya, tanpa kesalahan yang memakan uang sungguhan.
Di Nova, stop-loss wajib di setiap order, batas risiko hanya bisa dibuat lebih ketat, dan kill switch menghentikan semua order baru dengan satu tombol (plus konfirmasi). Ingat bahwa hasil mode paper adalah hasil simulasi: di pasar sungguhan, eksekusi dan slippage bisa berbeda. Baca juga apa itu paper trading dan cara menghitung ukuran posisimu.
Penasaran bagaimana kedua order itu berperilaku? Buat akun gratis dan coba dengan uang virtual.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah limit order selalu lebih murah?
Belum tentu. Kamu mengendalikan harga dan biaya maker sering lebih rendah, tapi order-mu bisa tidak tereksekusi. Apakah itu penting tergantung situasimu.
Kenapa aku membayar lebih dari harga yang kulihat?
Dengan market order kamu mengambil order yang tersedia di book. Kalau di harga terbaik hanya ada jumlah kecil, sisa order-mu tereksekusi di harga-harga berikutnya. Itulah slippage.
Bisakah limit order tereksekusi sebagian?
Bisa. Kalau di hargamu hanya tersedia sebagian jumlahnya, hanya bagian itu yang tereksekusi. Sisanya tetap menunggu di book sampai tereksekusi atau kamu membatalkannya.
Order mana yang sebaiknya dipakai pemula?
Ada baiknya mengenal keduanya. Latih masing-masing dulu dengan uang virtual, supaya kamu paham apa yang terjadi sebelum memutuskan apa pun sendiri.
Latih ini sendiri tanpa uang sungguhan. Buat akun gratis dalam mode kertas.
Buat akun gratisBukan nasihat keuangan. Kripto berisiko.